Busana Motif Floral Sambut Musim Semi di New York Fashion Week 2015
Berbicara soal tren mode, tentu tidak akan lepas dari istilah roda berputar dengan segala inovasi di setiap sisinya sehingga menelurkan kesan baru yang mampu diminati kalangan masyarakat. Begitupun dengan motif floral, sejak dulu hingga kini bunga, dedauanan atau kelopak bunga memang selalu menjadi tema yang menarik untuk diusung dan diwujudkan sebagai suatu karya.
Semakin kesini, motif floral seakan berubah layaknya motif stripes (garis-garis) atau polkadot yang tak mengenal waktu dan tren sehingga dapat terus dikenakan sesuka hati dan keperluan.
Michael Kors adalah salah satu desainer busana wanita asal Amerika yang turut menampilkan karya epic bermotif floral di New York Fashion Week 2015. Terkenal berkat kepiawaiannya memberikan 'twist' sportwear dalam sentuhan elegan, feminin dan modern, Kors pun mengaksentuasikan motif bunga pada aplikasi detail rok di bahan transparan.
Nuansa era 1950-an berhasil dihadirkan oleh Kors lewat rok midi berdetail lipit bersiluet A-line yang anggun. Demi menguatkan kesan musim semi/musim panas, Kors memilih terangnya warna bunga matahari yang berpadu atasan sepaha berkerah lengan panjang warna biru laut polos. Gaya ini juga dia terapkan pada busana lainnya namun mengusung bunga warna putih lengkap dengan daun warna hijau bersama atasan sepaha berkerah bulat warna putih polos. Ikat pinggang warna camel dan krem sengaja ditambahkan sebagai pemanis.
Tidak cukup sampai disitu, masih dalam siluet yang sama, motif floral hadir pada dress dari bahan bermotif bunga mawar berukuran besar namun dalam palet warna kontras yakni fuchsia dan kelopak warna hijau dibalik latar spektrum biru elektrik. Kors sangat paham bahwa hanya butuh satu tampilan konsep untuk membuat seorang wanita menjadi pusat perhatian. Dress tanpa lengan tersebut dipercantik oleh belahan dada sangat rendah berkerah V.
Inspirasi lainnya juga ditampilkan oleh Carolina Herrera, desainer senior peraih penghargaan Geoffrey Beene Life Geoffrey Beene Lifetime Achievement Award dari The Council of Fashion Designers of America pada tahun 2008.
Herrera menyuguhkan keindahan kelopak bunga melati dan lili yang direpresentasikan pada bahan motif cetak. Deretan busana model gaun panjang bersiluet empire, atasan berkerah sabrina, atasan berlengan ¾ model cropped, dress panjang bersiluet A-line.
Pemilihan bahan sutra dan satin menambah kesan elegan yang ditampilkan. Sadar bahwa kesan 'Simplicity' kian diminati wanita untuk tampilan ultra modern, desainer wanita berusia 75 tahun tidak memberi imbuhan lain selain high-tailoring dan siluet flare yang jatuh dan mengikuti lekuk tubuh wanita.
Sementara para desainer menginfusi motif bunga pada busana, para fashion blogger dan editor mode juga sepakat tampil dalam sentuhan motif floral ragam warna. Bedanya, nuansa street style justru kian kental berkat paduan kontras tabrak warna serta motif.
sumber :
http://tabloidnova.com/Mode-Dan-Kecantikan/Mode/Busana-Motif-Floral-Sambut-Musim-Semi-Di-New-York-Fashion-Week-2015