Jumat, 02 Oktober 2015

Ciputra Fashion Week 2015

Sebuah persembahan dari Ciputra World Surabaya untuk mendukung dunia fashion khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Semakin banyaknya brand Internasional dan bakat-bakat muda dalam dunia industri fashion di Surabaya yang bermunculan hingga tahun 2015 ini makin menunjukkan eksistensi kota Pahlawan sebagai salah satu kiblat fashion tanah air.

Ciputra World Surabaya (CWS) sejak hari Rabu (16/09/2015) hingga Minggu (20/09/2015) menggelar sebuah ajang fashion eksklusif pertama di Surabaya yang menampilkan berbagai brand internasional. Di sini dipamerkan karya disainer ternama tanah air dan mancanegara. Nantinya, pameran bakal dipungkasi oleh Iwan Tirta Private Collection.

Mengangkat tema Doppelganger, Ciputra World Fashion Week (CWFW) 2015 diselenggarakan di tiga atrium yang berlokasi di Ground Floor, antara Oval, Linear dan Void Atrium. CWFW 2015 menampilkan koleksi fall/winter 2015 dari Versus, Versace Collection, Tommy Hilfiger, Armani Jeans, Optik Seis, Guess, Lacoste, Nautica, Warehouse, Metro Departmen Store, Braun Buffel dan Bonia.

Para model Surabaya, Jakarta, Malang dan beberapa kota di Jawa Tengah yang terpilih melalui audisi CWFW 2015 lalu, juga akan turut mengambil bagian dalam salah satu perhelatan fashion terbesar di Surabaya. Ajang ini melibatkan kurang lebih 55 orang model.

Tak mau kalah dengan desainer terkenal Iwan Tirta Mahasiswa Program Studi Fashion Desain dan Bisnis (FDB) Universitas Ciputra (UC) Surabaya menampilkan 45-50 karya busana bertema Mouvement de Resistance pada ajang Ciputra World Fashion Week 2015, di Ciputra World Surabaya (CWS), Sabtu.

Ada sekitar 45 hingga 50 karya busana dari mahasiswa Universitas Ciputra semester 3 yang ditampilkan dengan tujuan untuk mempertajam intuisi dan kepekaan mahasiswa kepada industri busana yang semakin berkembang. 

Ia mengatakan koleksi busana yang ditampilkan bertema besar Mouvement de Resistance yang terinspirasi tentang lingkungan sekitar, seperti alam, flora, fauna, dan yang lainnya dengan dibagi menjadi tiga kategori yaitu Biostucture,Nocturnal Bones, dan Fundamental Inherence.

Untuk tema Biostructure terinspirasi dari pop color dan bentuk molekul atom, sehingga koleksi tersebut akan menampilkan karya yang menyegarkan dan menyenangkan karena didominasi oleh warna-warna terang yang tebal serta warna neon," tuturnya.

Selanjutnya, tema kedua adalah Nocturnal Bones yang terinspirasi dari binatang armadilo atau trenggiling yang memiliki sisik sebagai kulit kedua yang memiliki ciri khas pola kulit sebagai unsur utama dan kulit sebagai elemen pelengkap yang didominasi warna hitam, putih, emas, dan tembaga.

Untuk tema ketiga adalah Fundamental Inherence yang terinspirasi dari teknologi masa depan mulai dari tekstur hingga strukturnya yang didominasi warna futuristik seperti silver, hitam, dan putih dengan ciri khas koherensi di elemen geometris, baik berupa pola, pemotongan, serta siluet.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Fashion Desain dan Bisnis Universitas Ciputra, Belinda Tansil, mengatakan kendala dalam mendesain busana adalah harus mencari ciri khas dari seorang perancang busana serta harus mengetahui selera pasar yang akan dituju.














6 komentar: